-->

Rabu, 31 Oktober 2012

Pohon Duwet Itu Kini Sudah Langka


Desa Watugajah merupakan desa yang kaya akan hasil perkebunan. Selain pisang, srikaya dan mangga juga buah duwet. Di era tahun 1980 dan 1990 pohon duwet banyak tumbuh di pekarangan warga. Meskipun tidak sebanyak pohon srikaya atau mangga pada era tersebut ada ratusan pohon duwet tumbuh subur di wilayah Watugajah. Lebih-lebih di Banyunibo Padukuhan Watugajah. Di daerah ini hampir tiap pekarangan rumah warga ditanami pohon duwet. Pada era itu panen buah duwet boleh dikatakan cukup lumayan,  selain buahnya di makan sendiri tak sedikit warga yang memiliki pohon duwet banyak menjual hasil kebunya ke daerah lain seperti Bayat, Wedi atau Prambanan. Sehingga sedikit banyak bisa menambah penghasilan mereka. Bagi pemilik  pohon duwet pada masa sekarang ini saatnya musim panen.

Buah duwet yang berwarna ungu kehitam-hitaman di kala sudah masak tenyata sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Ternyata buah duwet dapat mencegah kelebihan kolestrol dalam darah. Menurut penelitian buah duwet juga dapat digunakan untuk pengobatan kecing manis, batuk kronis, sesak napas, diare, nyeri lambung,  dan buah duwet juga mengandung vitamin C. Selain itu daun pohon duwet bagi pemilik ternak dapat digunakan sebagai makanan ternak, batang pohon duwet dapat juga diguanakan sebagai bahan bangunanan, rantingnyapun berguna sebagai kayu bakar untuk memasak.

Di wilayah Watugajah pohon duwet itu kini sudah sangat jarang dijumpai, meskipun beberapa warga masih menanam di pekarangnya.  Hal ini dikarenakan pada saat panen buah duwet para petani kesulitan untuk memetik buahnya, karena pohon duwet biasa memiliki pohon yang besar padalah buahnya ada diujung ranting yang sulit  dijangkau. Selain itu buah duwet sudah tidak digemari lagi seperti dulu, lebih-lebih dengan datangnya buah impor dari negara lain.