-->

Selasa, 27 Oktober 2009

PANEN MANGGA WATUGAJAH MENURUN




Desa Watugajah Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah pusat mangga untuk wilayah Gunungkidul bagian utara. Predikat ini sudah disandang sejak puluhan tahun yang silam. Adapun mangga terbanyak yang dihasilkan dari daerah ini adalah mangga malam yaitu mangga yang pada waktu belum masak berwarna hijau, sedangkan jika sudah masak memiliki ciri bagian dalam jingga sedangkan bagian luar berwarna kuning. Jenis mangga ini biasanya berbuah pada bulan Juli sampai dengan Desember tiap tahunnya.Namun panen mangga untuk tahun 2009 ini di desa Watugajah mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan oleh lamanya musim kemarau di daerah Gunungkidul khususnya dan wilayah Indonesia pada umumnya, sehingga banyak tanaman yang kekurangan air. Disamping itu banyak pohon mangga di daerah Watugajah yang terserang penyakit penggerek batang dan ranting. Yaitu hama yang menyerang bagian batang dan ranting mangga sehingga banyak pohon mangga yang mengalami patah ranting akibat terserang hama penggerek ini, dan akhirnya tidak hanya ranting saja tetapi pohonnyapun akan mati yang mengakibatkan produktifitas mangga tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Memang ada beberapa pohon mangga yang buahnya lebat terutama mangga yang baru satu atau tahun mulai berbuah tetapi hal ini hanya beberapa pohon mangga saja.



Adapun daerah pemasaran mangga daridesa Watugajah kebanyakan dijual diluar daerah Gunungkidul seperti Wedi, Gantiwarno, Prambanan yang kesemuanya termasuk di daerah Klaten. Bahkan sampai jug ke Yogyakarta atau Solo. Biasanya pedagang menjual secara perseorangan atau menyewa kendaraan roda empat secara kelompok. Harga buah mangga pada waktu panen raya seperti ini berkisar antara Rp. 2.000,00 sampai dengan Rp. 2.500,00 perkilogram. Menurut pedagang buah Ngadimo yang ditemui penulis baru-baru ini mengatakan bahwa jika musim penghujan tiba maka harga buah akan mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan pada musim penghujan konsumsi mangga jug akan mengalami penurunan.


Upaya masyarakat untuk meningkatkan produktifitas mangga memang sudah dilakukan seperti memberantas hama penggerek dengan jalan pengasapan, pemangkasan ranting yang terkena hama atau dengan penyemprotan. Selain itu juga diadakan peremajaan pohon mangga dengan melalui pembibitan atau okulasi dari pohon induk yang sudah produktif. Dari dinas Pertanianpun sudah melakukan penyuluhan-penyuluhan dalam rangka pemberantasan hama dan dalam upaya peninggakatan produktifitas mangga.