Selasa, 12 April 2011

Paguyuban Malem Minggu Pon "Ngudi Rejeki"

Sebagaimana layaknya perkumpulan di desa waktu berkumpul warganya menggunakan hari pasaran. Perkumpulan yang dimaksud adalah paguyupan Ngudi Rejeki yang berada di wilayah RT 01 RW 01 Dusun Watugajah Desa Watugajah Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul. Paguyuban ini merupakan tempat berkumpulnya bapak-bapak di lingkungan wilayah tersebut, yang dilaksanakan selama 35 hari atau dalam istilah bahasa Jawanya adalah selapan hari sekali tepatnya setiap Malem Minggu Pon. Pada komunitas ini para anggota berkumpul untuk melakukan kegiatan seperti simpan pinjam, mengadakan tabungan wajib untuk kas paguyuban, mengadakan tabungan sukarela yang nantinya akan dikembalikan kepada anggota sesuai besar tabungan yang dimilikinya, mengadakan arisan, memberikan santunan jika ada anggota atau keluarga yang menderita sakit. Selain kegitan tersebut pada komunitas ini juga membahas kemajuan lingkungan sekitar dengan cara menyampaikan aspirasi dan melaksakanan musyawarah serta menerima informasi yang ada hubungannya tentang pemerintahan desa yang biasanya disampaikan oleh Kepada Dukuh atau Kepala Desa. Pada waktu tertentu paguyuban juga mengadakan kegiatan kerja bakti untuk bebersihan lingkungan, mengadakan kegiatan keagamaan, dan silaturahmi jika ada anggota atau warga yang sedang menderita sakit, jagong jika ada warga yang punya hajatan.

Bahkan dari hasil perkumpulan ini, kini warga di lingkungan tersebut telah memiliki barang-barang inventaris seperti kursi, tikar, piring, sendok, gelas dan barang pecah belah lainnya. Dengan barang-barang inventaris tersebut masyarakat yang punya hajat kecil-kecilan tidak usah meminjam dari tempat lain. Manfaat lain dari perkumpulan ini adalah memberikan pinjaman kepada anggotanya yang memerlukan modal untuk berusaha kecil-kecilan dan dari uang kas yang dimiliki paguyuban juga melakukan pembangunan untuk kemajuan lingkungan serta penambahan barang-barang inventaris yang diperlukan warganya. Pada tahun 2007 paguyuban ini telah mendapat bantuan pinjaman modal dengan bunga lunak untuk pemeliharaan tanaman mangga dari Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul dan berkat ketekukan anggotanya pinjaman tersebut telah lunas pada tahun 2010.

Rabu, 16 Maret 2011

Siswa TK PKK Watugajah Kunjungi Kids Fun

Bermain dengan alat mainan tradisional merupakan hal yang sudah biasa bagi siswa TK PKK Watugajah baik di sekolah atau di rumah. Karena keberadaan Taman Kanak-kanak yang berada di pedesanaan ini sehari-hari sudah akrab dengan permainan tradisional dan tentu saja sudah akrab dengan alam lingkungan sekitarnya. Sehingga untuk mencari dan membuat alat permainan tradisional tidaklah sulit. Untuk membuat alat permainanpun cukup mengambil dari alam sekitarnya seperti membuat alat permaian mobil-mobilan dengan tanah liat, dari balok kayu yang tidak terpakai, atau dari kulit jeruk bali, meronce dengan menggunakan pelepah daun ketela, membuat terompet dari janur pohon kelapa, membuat gasing dari buah bluluk, membuat kapal-kapalan atau pesawat terbang dari kertas bekas, membuat penutup kepala dari rangkaian daun nangka, bermain kuda dengan pelapah daun pisang, naik perahu di sungai dengan batang bambu atau pisang, membuat kalung dari biji srikaya, memawarnai dengan menggunakan warna dari bahan dedaunan yang masih muda, dan masih banyak permainan lainnya yang bisa dibuat dari bahan alam sekitar atau bahan bekas yang tidak terpakai. Pada hari tertentu para siswanya juga diperkenalkan dengan lingkungan dan alam sekitar dengan diajak berjalan mengelilingi tempat-tempat disekitarnya untuk lebih mengenal kekayaan alam, dan keindahan alam yang ada di wilayah tersebut.

Namun demikian dengan majunya perkembangan teknologi anak pun perlu diperkenalkan dengan lingkungan yang lebih modern. Oleh karena itu pada hari Minggu tanggal 6 Maret 2011 sebanyak 26 siswa yang didampingi oleh orang tua masing-masing mengikuti kunjungan wisata sambil bermain di Kids Fun Yogyakarta. Dengan kunjungan ini diharapkan anak akan mendapat pengalaman sesuai dengan usianya tentang kemajuan teknologi. Karena di arena ini anak bisa bermain dengan alat-alat yang lebih modern seperti mengemudikan mobil, mengemudikan kendaraan bermotor di darat maupun di air, naik kereta ulat, flyling fox, arung jeram, Jurassic park (petualangan dinosaurus), mandi bola, komedi putar, sepeda air, bermain senI peran di atas panggung dan permainan lainnya.

Jumat, 17 September 2010

Ketupat Lebaran

Tradisi membuat ketupat seminggu setelah lebaran merupakan tradisi run temurun bagi masyarakat Watugajah. Biasanya pembuatan ketupat dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan syawalan di Rowo Jombor Klaten. Kata ketupat sendiri diambil dari bahasa jawa kupat yang mengandung makna ngaku lepat (mengaku salah) maksudnya bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari kesalahan oleh karena itu sebagai manusia kita perlu memohon maaf atas kesalahan tersebut. Ketupat biasanya dibuat dari janur pohon kelapa, kemudian setelah jadi selongsongnya diisi dengan beras yang sudah dibersihkan. Setelah itu baru ditanak sampai matang. Untuk sayurnya biasanya dibuat dari bahan yang bersantan seperti sayur lombok atau opor ayam. Setelah semuanya dianggap matang maka ketupat tersebut biasanya dimakan bersama-sama dengan keluarga sebagai pengganti nasi pada hari itu.


Seminggu sebelum lebaran ketupat ini di desa Watugajah dilaksanakan sholat Idul Fitri bertepatan dengan 1 Syawal 1431 H yang dipusatkan di lapangan Watugajah. Sholat Idul Fitri ini dihadiri oleh ratusan umat muslim di wilalayah desa Watugajah, seperti Gunungcilik, Plempoh, Watugajah, Pentuk, Pandung, Kweni, Plasan dan juga oleh para pemudik yang sedang pulang kampung untuk merayakan lebaran. Dalam khutbahnya khotib mengajak umat muslim untuk selalu melaksanakan tiga hal untuk selalu mengingat Allah SWT. Pertama selalu mengingat nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, baik nikmat harta yang diberikan kepada kita, nikmat jabatan, nikmat Iman dan juga nikmat kesehatan yang diberikan kepada kita. Kedua untuk selalu bertaubat mengingat kita sebagai manusia tak lepas dari kesalahan, oleh karena itu selagi diberi kesempatan kita tidak perlu lagi mengungangi kesalahan yang pernah kita buat dan selalu memohon ampun kepada Allah SWT. Ketiga Taqwa yaitu selalu berusaha untuk selalu melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan selalu berusaha untuk menjauhi apa yang menjadi laranganNya.

Selesai melaksanakan sholat Idul Fitri dilanjutkan silaturahmi dari rumah kerumah untuk saling bermaaf maafan.